WhatsApp Pay yang Akan Hadir di Indonesia

  • Whatsapp
WhatsApp Payment

Tahun lalu, WhatsApp mengumumkan fungsi mentransfer uang lewat layanan WhatsApp Payments atau WhatsApp Pay. Layanan ini menawarkan kemudahan bisa mengirim uang semudah mengirim chat.

Di India, WhatsApp Pay sedang dalam proses persetujuan otoritas setempat, dan rencananya resmi meluncur tahun ini. Kabar terbaru menyebutkan Indonesia akan menjadi negara berikutnya yang akan disambangi layanan ini.

Baca Juga

Berikut ini adalah serba-serbi dan perjalanan WhatsApp Pay dari mulai perkenalannya, hingga rencana berekspansi ke Indonesia, seperti dirangkum mahesaID dari berbagai sumber.

WhatsApp Payments Diluncurkan

Februari 2018, WhatsApp mewujudkan fitur pembayaran di dalam aplikasinya. Tapi layanan ini belum secara global, melainkan baru tersedia di India. Kehadiran fitur yang saat itu disebut WhatsApp Payments pun (belakangan disebut dengan WhatsApp Pay) masih dalam versi beta.

Namun, WhatsApp berupaya memperluas fitur pembayaran ini ke berbagai negara secara bertahap. Dengan adanya fitur ini, pengguna dapat mengirimkan uang ke pengguna WhatsApp lain.

Kehadiran WhatsApp Payments tak terlepas dari telah terintegrasinya Unified Payment Interface (UPI) yang didukung berbagai bank di Negeri Bollywood tersebut, seperti State Bank of India, ICIC Bank, HDFC Bank, hingga Axis Bank.

Untuk dapat menikmati layanan WhatsApp Payments, pengguna hanya perlu masuk ke bagian ‘Settings’. Setelah itu, dilanjutkan verifikasi nomor telepon melalui SMS dan memilih bank. Opsi Payments kemudian akan tersedia di interface utama WhatsApp.

Update Pertama WhatsApp Pay

WhatsApp meningkatkan kemampuan layanan pembayaran digitalnya. Upaya tersebut tampak dengan dirilisnya update untuk WhatsApp Pay pada Januari 2019.

Dalam update pertama pada WhatsApp Pay versi beta tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur autentikasi sebagai lapisan keamanan tambahan. Fitur tersebut diluncurkan pada beta update WhatsApp versi 2.19.3.

Pembaruan ini berlaku untuk perangkat Android. Adapun versi minimal dari sistem operasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan fitur tersebut adalah Android Marshmallow, dan tentunya perangkat harus memiliki pemindai sidik jari.

Fitur autentikasi itu bisa menggunakan sidik jari yang sudah terdaftar pada ponsel atau memasukkan sidik jari baru melalui aplikasi. Fungsi tersebut sama seperti yang diterapkan pada Google Pay dan Samsung Pay.

Sejak dirilis di India pada Februari 2018 hingga Mei 2019, WhatsApp Pay masih dalam masa percobaan. Layanan ini belum bisa melakukan pembayaran di merchant, masih sebatas transfer uang. Namun, jumlah penggunanya sudah cukup menggembirakan, di kisaran 1 juta orang.

Dalam keynote di perhelatan konferensi F8, CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, menyatakan ia sangat bersemangat menyambut bisnis pembayaran mobile yang menjadi bagian dari visi perusahaannya. Ia ingin transfer uang melalui layanan mobile berlangsung sangat mudah bagi pengguna.

“Saya percaya kemudahan mengirim uang ke seseorang akan sama seperti dengan mengirim foto,” sebut Zuck saat itu.

Layanan transfer uang via WhatsApp pun dikatakan Zuck akan tersedia pula di negara-negara selain India. Namun belum ada informasi di negara mana dan kapan peluncurannya.

“Kami sedang mengujicoba di India saat ini di WhatsApp, kami berharap meluncurkann di beberapa negara lain dalam suatu waktu, tapi saya tidak ingin membuka jadwalnya. Ini adalah sesuatu yang kami kerjakan secara aktif,” tandasnya.

Punya Markas di London

Masih di bulan Mei 2019, Facebook berencana menjadikan London, Inggris sebagai pusat pengembangan dompet digital WhatsApp.

Sedikitnya akan ada 100 orang yang menjadi karyawan pertama di kantor WhatsApp Pay. Artinya, divisi bisnis ini membutuhkan tim yang relatif kecil jika dibandingkan dengan tim inti aplikasi WhatsApp.

Sebagian besar engineer software WhatsApp akan dipekerjakan di London, sementara sejumlah staf operasional akan bertempat di kantor pusat Facebook Eropa yakni di Dublin, Irlandia.

“WhatsApp adalah layanan yang benar-benar menjangkau global, dan tim ini akan membantu kami menyediakan WhatsApp Pay dan fitur hebat lainnya untuk pengguna di mana saja,” kata COO WhatsApp Matt Idema.

Pos terkait