Pendidikan Anak usia Dini Efektif Atau Malah Membebani Balita?

  • Whatsapp

Usia balita (usia prasekolah) dipenuhi dengan banyak momen menggembirakan. Usia ini merpakan masa perkembangan sosial, emosional, fisik, dan intelektual yang luar biasa.

Pada usia balita anak-anak mungkin terlihat maunya bermain saja, tetapi sejumlah besar kerja otak sedang dioptimalkan pada usia ini. Hal ini mungkin banyak disadari oleh kebanyakan orangtua, sehingga mereka mulai mengajak anak mereka untuk mulai belajar di usia balita, seperti belajar di pendidikan anak usia dini (PAUD).

Muat Lebih

Keputusan itu sebenarnya tepat dilakukan orangtua, mengingat pendidikan pada usia balita mungkin mampu membantu Si Kecil dalam berbagai aspek.

“Dengan pendidikan di usia balita, anak mampu mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan harga diri yang positif,” kata Josie Meade, seorang guru di preschool Creative Children di Manhattan Beach, California.

Namun bagaimana harusnya belajar efektif untuk balita ya Moms?

Baca: Poin Penting Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini

Berikut tonggak pembelajaran penting yang biasanya akan dicapai anak-anak di taman kanak-kanak, serta tip untuk membantu anak mengembangakan pelajaran di rumah.

Warna, Bentuk, dan Benda

Di Sekolah: Anak usia prasekolah akan belajar atau terus mempelajari nama-nama banyak warna, bentuk dasar, dan bagian tubuh.

Di Rumah: Saat membaca buku bersama, ajukan pertanyaan tentang warna: “Apa warna mobil itu?” dan “Topi mana yang berwarna kuning?”

Tunjukkan bentuk benda-benda rumah tangga dan ajukan pertanyaan seperti “Apakah gambar itu terlihat seperti persegi atau segitiga?”

Ubah semuanya menjadi permainan. Mainkan “Where Is?” permainan untuk mempelajari bagian tubuh, misalnya: “Di mana hidung Mommy? Di mana dagu Mommy? Di mana siku Anda?

Memotong dan Menggambar

Di Sekolah: Anak akan mulai menggambar dan mewarnai di luar hanya coretan dan akan belajar menggunakan pensil, kuas, dan lem.

Di Rumah: Pastikan untuk menyediakan rayon dan spidol, kapur trotoar tebal, dan banyak kesempatan untuk menggambar.

Gunakan Play-Doh untuk membantu membangun keterampilan motorik halus.

“Menghentikannya dan meremasnya akan benar-benar melatih otot-otot di jari-jari mereka,” kata Meade.

Bersosialisasi dan Berbagi

Di Sekolah: Mengembangkan keterampilan sosial penting diperlukan sebelum memulai taman kanak-kanak.

Anak-anak prasekolah akan belajar bagaimana berbagi dan bekerja sama, untuk bekerja bersama dan bergiliran, untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok dan mengikuti arahan sederhana,
Di Rumah: Konsistenlah dengan aturan sederhana yang harus diikuti anak, seperti membersihkan tempat tidur atau merapikan mainan.

Biarkan anak bertanggung jawab untuk membersihkan, tetapi ingatlah untuk memodelkan interaksi sosial dan kesopanan yang sesuai.

Loading...

Pos terkait