Nyeri Dada Saat Bangun Tidur Bisa Jadi itu Penyakit Serius

  • Whatsapp
Nyeri Dada Saat Bangun Tidur Bisa Jadi itu Penyakit Serius

Sebagian orang mungkin pernah merasakan nyeri dada saat bangun tidur yang pastinya sangat mengganggu. Rasa sakit yang muncul bisa terjadi karena masalah kecil seperti stres atau gangguan pencernaan. Tapi, ini juga bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang serius, misalnya serangan jantung ataupun emboli paru.

Rasa nyeri dada yang terasa saat bangun tidur tentunya sangat mengganggu, baik perasaan ataupun rutinitas sehari-hari. Tapi, keadaan seperti ini tidak boleh dianggap enteng dan perlu diwaspadai.

Baca Juga

Nyeri di dada bukan hanya terkait dengan jantung. Namun, rasa nyeri ini bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit di bagian tubuh lainnya, seperti organ pernapasan dan juga mental.

Nyeri pada bagian dada harus selalu diwaspadai, karena perlu ditangani dengan tindakan yang serius. Keadaan yang seperti ini tidak bisa didiagnosis sendiri, agar tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh.

Berikut ini penyebab nyeri di dada yang berhubungan dengan berbagai penyakit serius.

Baca: Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya

Penyebab yang berhubungan dengan jantung

  • Serangan jantung

Rasa nyeri akan terjadi saat arteri yang memasok oksigen ke otot jantung tersumbat, terjadilah serangan jantung. Penyumbatan ini sering terjadi karena adanya gumpalan darah.

  • Angina

Nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah yang didistribusikan ke jantung. Hal ini sering terjadi karena penumpukan plak di arteri yang bertugas membawa darah ke jantung.

  • Perikarditis

Peradangan di kantong yang mengelilingi jantung. Ini yang menyebabkan rasa nyeri di dada yang memburuk saat mengambil napas ataupun berbaring.

  • Miokarditis

Ini terjadi saat otot jantung (miokardium) meradang. Keadaan itu dapat menyebabkan irama jantung yang cepat atau tidak normal yang disebut aritmia. Kondisi ini juga diiringi dengan munculnya rasa nyeri pada bagian dada.

  • Diseksi atau ruptur aorta

Kondisi ini dapat mengancam keselamatan jiwa dan ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada dada. Ini terjadi saat lapisan dalam aorta (arteri utama dari hati) berpisah dan menyebabkan aorta robek.

Baca: Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Penyebab yang berhubungan dengan pencernaan

  • Mulas

Ini termasuk gejala dari refluks asam atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Mulas ini disebabkan asam lambung yang bergerak naik kembali ke dalam tabung, yang menghubungkan tenggorokan ke perut (esofagus). Ini dapat menyebabkan iritasi lapisan dan rasa sakit serta sensasi terbakar di dada.

  • Disfagia

Disfagia ini adalah sebuah istilah untuk gangguan saat menelan. Kondisi ini biasanya mempengaruhi bagian atas tenggorokan atau ke kerongkongan, sehingga sulit dan sakit saat menelan.

  • Pankreatitis

Keadaan ini terjadi saat pankreas meradang. Ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut bagian atas dan menjalar serta menyebabkan nyeri di dada.

  • Batu empedu

Penyakit batu empedu ini juga sering disebut dengan radang kandung empedu. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut yang meluas hingga bagian dada.

Penyebab yang terkait dengan pernapasan

  • Emboli paru

Emboli paru merupakan keadaan gumpalan darah yang masuk ke dalam arteri dan menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru. Keadaan ini biasanya akan menyebabkan sesak dan rasa sakit yang terasa di dada seperti serangan jantung.

  • Radang selaput dada

Kondisi ini terjadi saat pleura atau selaput yang mengelilingi paru-paru dan melapisi rongga dada mengalami peradangan. Itu dapat menyebabkan nyeri di dada dan akan meningkat saat batuk atau menarik napas.

  • Hipertensi paru

Hipertensi paru merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah yang membawa darah ke paru-paru. Keadaan ini dapat menyebabkan perasaan sesak dan nyeri di area dada. Selain itu, intensitas detak jantung juga meningkat.

  • Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal di paru-paru yang dapat mengganggu fungsi organ tersebut. Kanker ini umumnya menyebabkan nyeri pada dada yang berpengaruh pada pernapasan dalam hingga batuk-batuk.

  • Paru-paru yang kolaps

Keadaan ini juga disebut dengan pneumotoraks. Pada kondisi ini, udara bocor ke ruang yang berada di antara paru-paru dan dinding dada. Ini menyebabkan paru-paru tidak dapat mengembang saat bernapas dan menimbulkan rasa nyeri pada dada.

Baca: Bangun Tidur Terasa Sangat Lelah? Begini Cara Mengatasinya

Penyebab lainnya
  • Costochondritis

Keadaan ini terjadi saat tulang rawan yang terletak pada tulang rusuk meradang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang mirip dengan serangan jantung. Rasa sakit akan semakin menyakitkan saat peradangan terjadi pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.

  • Serangan panik

Saat mengalami serangan panik, dada akan terasa nyeri bersamaan dengan jantung yang berdetak kencang, nafas yang cepat, dan berkeringat. Selain itu, serangan panik juga menyebabkan pusing, mual, dan perasaan takut yang berlebihan.

  • Cedera

Cedera seperti otot yang tegang atau tulang rusuk yang patah dapat menyebabkan nyeri dada. Selain itu, saat tidur dengan gerakan memutar tubuh bagian atas juga dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan menyebabkan bangun dengan sakit di bagian dada.

Pos terkait