Microsoft Resmi menghentikan Dukungan Terhadap Windows 7

  • Whatsapp

Microsoft resmi menghentikan dukungannya terhadap Windows 7 pada 14 Januari 2020 ini, yang artinya sistem operasi tersebut tak akan lagi mendapat pembaruan dari pembuatnya.

Windows 7 bisa dibilang adalah salah satu OS Microsoft yang paling bagus. Kehadirannya menggantikan Windows Vista yang mendapat banyak kritikan. Windows 7 dirilis pada 22 Juli 2009 sebagai bagian dari keluarga Windows NT.

Bacaan Lainnya

‘Posisi’ Windows 7 ini terbilang beruntung karena diapit oleh dua sistem operasi yang mendapat banyak kritikan jelek. Dua sistem operasi itu adalah Windows Vista yang performanya buruk dan Windows 8, yang lagi-lagi mendapat banyak kritikan jelek.

Baca: Literasi Digital Remaja Indonesia Kebanyakan Hasil Otodidak

Salah satu pujian yang dialamatkan untuk Windows 7 adalah tampilan antarmuka yang lebih bagus dari Windows Vista, terlihat jauh lebih modern, dan lebih ramah pengguna.

Sebenarnya Windows 7 tak bebas dari masalah, namun Microsoft terus menambal dan memperbaiki sistem operasi buatannya itu. Tetap saja, saat pertama dirilis, mayoritas ulasan terhadap sistem operasi ini terbilang positif.

Sistem operasi yang paling cepat terjual

Selain mendapat ulasan positif, Windows 7 pun mencatatkan rekor penjualan yang terbilang baik, bahkan paling baik dalam sejarah. Enam bulan sejak dirilis, penjualan sistem operasi tersebut sudah mencapai 90 juta kopi.

Pada Agustus 2010, tepatnya 10 bulan setelah dirilis, penjualan Windows 7 sudah menyalip pendahulunya, yaitu Windows Vista. Lalu pada Oktober 2011, dua tahun setelah dirilis, Windows 7 menyalip popularitas Windows XP dalam hal market share OS PC.

Jadi meski penjualannya impresif, Windows 7 tetap membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengalahkan popularitas Windows XP. Namun tetap saja catatan waktu tersebut masih lebih cepat ketimbang waktu yang dibutuhkan Windows 10 untuk menyalip market share Windows 7.

Umur Windows 7 pun terbilang panjang, dan Microsoft sempat memberikan pembaruan besar untuk sistem operasi tersebut, yaitu service pack (SP) 1 pada Februari 2011 dan Windows Server 2008 R2.

Namun umurnya yang panjang ini terbantu dengan kehadiran Windows 8 yang terbilang gagal. Tak banyak pengguna yang tertarik untuk memperbarui OS-nya ke Windows 8 dan memilih untuk tetap menggunakan Windows 7 sembari menunggu kehadiran OS penerus Windows 8.

Bahkan, pada akhir 2013, pertumbuhan pengguna Windows 7 malah lebih cepat ketimbang Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012. Microsoft sampai harus menyetop penjualan Windows 7 pada Oktober 2014, yang artinya semua perangkat PC baru harus menggunakan Windows 8.

Pada Desember 2019 lalu pun market share Windows 7 masih mencapai 27% secara global. Ya, jumlahnya masih cukup signifikan, terutama karena saat itu, Windows 10 sudah hampir 10 tahun ada di pasaran. Meski mungkin kebanyakan Windows 7 itu hanya terinstal di PC perkantoran yang tak lagi diperbarui.

Namun, apakah saat ini Windows 7 masih layak untuk dipertahankan dan bersikukuh untuk tidak pindah ke Windows 10? Rasanya tidak. Risiko keamanan untuk tetap menggunakan OS yang tak lagi mendapat dukungan dari pembuatnya itu terlalu besar. Dan Microsoft selama lima tahun ke belakang sudah terus memperbarui Windows 10 agar nyaman dan aman untuk digunakan.

Editor’s Picks