Makanan untuk Menurunkan Kadar Kolesterol dan Risiko Sakit Jantung

  • Whatsapp

Sakit jantung saat ini menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Salah satu faktor risiko sakit jantung adalah tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh.

Kadar kolesterol bisa dikendalikan dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk tubuh. Berikut 4 makanan yang bisa menurunkan kadar kolesterol dan risiko sakit jantung.

Muat Lebih

Bawang putih

Bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan masakan dan obat. Kandungan allicin dalam bawang putih terbukti baik untuk kesehatan. Riset membuktikan, bawang putih mampu menurunkan tekanan darah dan kadar LDL dalam tubuh.

Supaya bisa menjaga kadar kolesterol dalam tubuh diperlukan banyak bawang putih sekali konsumsi. Karena itu, beberapa riset menyarankan konsumsi suplemen bawang putih untuk menjaga kadar kolesterol, kesehatan tubuh, dan fungsi jantung.

Baca: Nyeri Dada Saat Bangun Tidur Bisa Jadi itu Penyakit Serius

Alpukat

Alpukat kaya lemak tak jenuh tunggal dan serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. Buah ini juga mampu meningkatkan level kolesterol baik High Density Lipoprotein (HDL) dalam tubuh.

Riset menyatakan, konsumsi satu buah alpukat sehari bisa membantu menurunkan kelebihan berat badan dan LDL. Dengan kadar LDL rendah dan berat badan terjaga maka risiko sakit jantung bisa ditekan.

Legume

Asupan yang tergolong legume adalah buncis, kacang polong, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah. Legume mengandung banyak serat, mineral, dan protein. Mengganti asupan daging olahan dengan legume bisa menurunkan risiko sakit jantung.

Selain itu Review terhadap 26 riset menyatakan, konsumsi 100 gram legume per hari efektif menurunkan kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL). Rata-rata penurunan LDL mencapai 6,6 mg/dl yang lebih tinggi dibanding tanpa konsumsi legume.

Baca: Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya

Ikan

Konsumsi ikan khususnya salmon dan makarel mengandung banyak asam lemak omega tiga. Kandungan ini menjaga kesehatan jantung dengan meningkatkan kadar HDL, menurunkan inflamasi, dan risiko terjadinya stroke.

Ikan sebaiknya jangan diolah dengan banyak minyak dan lemak yang justru meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke. Cara terbaik mengolah ikan adalah dengan direbus atau dikukus dengan bumbu secukupnya, yang tidak meningkatkan kadar LDL dan menjaga kesehatan jantung.

Pos terkait