Faktor Risiko Terbesar Penyakit Jantung dan Diabetes

  • Whatsapp
Faktor Risiko Terbesar Penyakit Jantung

Diabetes dan penyakit jantung menjadi dua penyakit teratas penyebab maut di dunia. Bahkan tak jarang dua penyakit ini menyerang pada usia muda.

Kedua penyakit ini selain dipengaruhi oleh riwayat keluarga, juga dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Untuk mencegahnya, kendalikan faktor risiko terbesar berikut ini, menyerupai dirangkum dari mahesa

Gula darah

Kadar gula dalam darah menjadi aspek paling mengerikan dalam risiko pra-diabetes atau diabetes tipe 2. Alasannya alasannya adalah jikalau kadar gula darah naik akan merusak tubuh secara perlahan dan bertahap, dan kerusakannya pada umumnya tidak mampu dibetulkan kembali.

Muat Lebih

Gula darah yang tinggi juga terkait dengan depresi, beberapa jenis kondisi kulit, nanah ragi kronis dan problem kesehatan oral mayor. Jika tes gula darah puasa memberikan lebih dari 100 mg/dL atau HbA1c lebih dari 5,7 persen mampu mengindikasikan suatu masalah.

Tingginya gula darah tidak dipengaruhi oleh berat badan, tapi oleh asupan makanan. Oleh alasannya adalah itu dengan memperhatikan asupan makanan, gula darah akan mampu dijaga keseimbangannya dan juga jangan hiraukan tanda-tandanya.

Tekanan darah

Tekanan darah sering jadi ‘silent killer’, alasannya adalah banyak orang umumnya tak sadar akan seberapa tinggi tekanan darah mereka dan risiko mereka sampai mereka mengalami stroke atau serangan jantung.

Tekanan darah seseorang disebut tinggi apabila lebih dari 130 mm/Hg sistolik (angka atas) dan 85 mm/Hg diastolik (angka bawah). Banyak penyebab tekanan darab menjadi tinggi, adalah gangguan tidur, konsumsi alkohol berlebihan, kurang acara fisik, dan banyak makan karbohidrat olahan, garam dan gula.

Memperbanyaka sayur dan sumber nabati mampu menjadi satu cara menurunkan risiko tekanan darah menjadi tinggi. Sayuran segar mampu membantu mengoksidasi lemak di pedoman darah, yang mampu saja menjadikan penumpukan plak di arteri.

Lingkar pinggang

Ukuran lingkar pinggang merupakan indikator utama soal risiko terkena penyakit jantung atau diabetes tipe 2. Biasanya risiko semakin meningkat apabila lebih dari 102 cm untuk laki-laki dan 88 cm untuk wanita, adalah yang masuk kategori obesitas.

Oleh alasannya adalah itu sangat disarankan untuk mengecilkan lingkar pinggang dengan cara menurunkan berat badan. Dengan turunnya berat tubuh maka tekanan darah, kolesterol, trigliserida dan gula darah juga akan turun.

Mulailah dengan mengurangi makan masakan olahan dan mengurangi minuman yang mengandung gula menyerupai soda atau jus. Tentu saja dibarengi dengan olahraga untuk berupaya tetap hidup sehat.

Trigliserida

Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah, setidaknya batas kondusif tidak lebih dari 150 mg/dL. Hampir menyerupai dengan kolesterol, trigliserida yang tinggi terkait dengan obesitas dan diabetes, serta problem kardiovaskular.

Dengan menjaga kadar kolesterol, sebetulnya kita juga sudah menjaga kadar trigliserida pula. Mengonsumsi lebih banyak sayur mampu sangat membantu. Pilih diet yang sesuai untuk menjaga keseimbangannya.

Kolesterol

Kadar kolesterol yang berada dalam batas kondusif tidak lebih dari 200 mg/dL. Saat pemeriksaan, selain berfokus pada HDL atau kolesterol ‘baik’, kita juga disarankan untuk fokus pada LDL atau kolesterol ‘jahat’.

HDL mampu menyingkirkan LDL dari dalam darah, namun tak jarang ada pasien mampu terkena serangan jantung alasannya adalah kadar HDL-nya terlalu tinggi. Maka dari itu bukan hanya urusan angka, namun juga bagaimana fungsi dari kolesterol tersebut.

Menurunkan kadar kolesterol mampu dimulai dengan mengurangi asupan gorengan atau makan masakan olahan.

Loading...

Pos terkait