Dikira Sakit Mata Biasa, Kanker Renggut Bola Mata Bocah di Maros

  • Whatsapp

Syamsir bocah lima tahun di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan, harus rela kehilangan satu biji mata usai operasi akibat penyakit langka yang ia derita. Oleh dokter, ia divonis mengidap kanker mata atau retinoblastoma stadium tiga.

Meski putra semata wayang pasangan Basri dan Risma yang sudah bercerai itu telah menjalani operasi, dirinya masih harus menjalani beberapa rangkaian cuci darah atau kemoterapi. Tujuannya agar sel kanker di mata dipastikan tidak menjalar ke otak.

Read More

“Kami bersyukur karena operasinya berjalan lancar. Jadi biji matanya itu diangkat. Tapi untuk memastikan sel kankernya tidak lari ke otak, makanya mau jalani kemoterapi lagi di Rumah Sakit Wahidin,” kata orang tuanya, Basri.

asri menuturkan, sang putra awalnya hanya mengalami sakit mata biasa. Oleh ibu dan mertuanya diobati dengan cara tradisional. Bukannya malah sembuh, mata Syamsir justru malah semakin parah dan bahkan membengkak ke luar.

“Jadi awalnya itu hanya sakit mata biasa. Kitakan orang bugis itu biasanya kita obati dengan ramuan. Tapi makin parah. Terus diobati dengan ditiup. Ada sedikit perubahan tapi lama-lama lagi semakin parah,” lanjutnya.

Karena kondisi Syamsir semakin parah, ibunya kemudian menghubungi suaminya untuk kembali dan mengurus anak. Basri kala itu berada di Jayapura menjadi nelayan. Setelah pulang, ia langsung mengurus pengobatan anaknya melalui rumah sakit.

“Saya itu sedang di perantauan. Waktu di telepon saya langsung pulang. Saya urus semua itu kayak BPJS baru saya bawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Nah baru ketahuan di situ kalau anak saya terkena kanker,” sebutnya.

Loading...

Pos terkait