Dampak Dari Makan Makanan Junk Food

  • Whatsapp

Junk Food juga dikenal sebagai jenis makanan instan atau cepat saji. Makanan jenis ini memang sudah berkembang dengan pesat dan semakin banyak diminati hingga terjadi persaingan yang ketat oleh perusahaan makanan di wilayah Indonesia. Menurut sebagian orang, jenis makanan cepat saji ini memang lebih efektif dari sisi waktunya.

Junk food saat ini menjadi pilihan makanan praktis, lezat, dan terjangkau. Popularitas junk food makin berkembang di era modern saat ini. Junk food dapat dengan mudah ditemukan di berbagai restoran, mulai dari restoran besar hingga skala kecil.

Muat Lebih

Rasanya yang lezat memang menjadikan junk food primadona banyak orang. Makanan cepat saji mungkin tampak seperti pilihan makanan yang mudah dan murah. Faktanya makanan sering mengandung kelebihan kalori, lemak, garam, karbohidrat olahan dan kolesterol.

Junk food memiliki berbagi macam varian menu. Terkadang dalam sekali makan, orang bisa mengonsumsi lebih dari dua jenis junk food. Padahal, hanya dengan mengombinasikan burger, kentang goreng, dan soda, total kalori yang dikonsumsi sudah dapat melebihi batas normal.

Makanan yang memiliki 1.000 kalori atau lebih dapat memicu obesitas, yang kemudian meningkatkan peluang munculnya sejumlah penyakit. Kini tak jarang orang di usia muda sudah terkena penyakit serius seperti jantung dan diabetes.Dan masih ada lagi dampak memakan makanan junk food sebagai berikut :

  • Obesitas

    Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang digoreng dan diolah dapat mengirim sinyal campuran ke otak yang membuat sulit untuk memproses rasa kenyang. Akibatnya, seseorang yang mengonsumsi junk food cenderung makan lebih banyak dan mudah lapar. Lemak trans dalam junk food juga dapat menyebabkan peradangan di hipotalamus, bagian otak yang mengandung neuron untuk mengendalikan berat badan.

  • Depresi

    Sebuah makalah dari Pusat Penelitian Biosains Manchester Metropolitan menemukan bahwa makan junk food seperti yang tinggi kolesterol, lemak jenuh dan karbohidrat membuat Anda sekitar 40% lebih mungkin mengembangkan depresi.

  • Stroke

    Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan oksigen dan nutrisi tidak tercukupi. Stroke dapat disebabkan oleh arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau kebocoran atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Salah satu penyebab stroke adalah obesitas akibat sering mengonsumsi junk food

  • Aterosklerosis

    Junk food berbasis daging dan ikan, serta snack seperti onion ring dan kentang goreng, mengandung kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah besar, zat yang mengancam kesehatan arteri. Semakin banyak makanan ini dikonsumsi semakin besar penumpukan di arteri.
    Ini mempersempit ruang darah mengalir, sehingga mengurangi jumlah oksigen yang mencapai sel-sel. Kerusakan pada dinding arteri dapat membuat pendarahan dan pembekuan darah yang berbahaya yang disebut Aterosklerosis.