Bahaya Kaporit Pada Kolam Renang Bagi Kesehatan

Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berenang juga dapat melatih semua kelompok otot utama dalam tubuhmu mulai dari bahu, punggung, panggul, sampai kaki. Selain itu berenang juga dapat membangun kekuatan tubuh, karena untuk bergerak di dalam air, kamu perlu mengeluarkan banyak tenaga.

Disamping manfaat yang di dapat dari berenang kita juga harus berhati-hati karena penggunaan kaporit yang digunakan dalam kolam renang. Penggunaan kaporit yang ada pada kolam renang memiliki dampak bagi kesehatan tubuh.

Kaporit adalah salah satu jenis disinfektan yang biasa digunakan untuk air di dalam air kolam renang. Bentuknya berupa bubuk putih yang dapat larut di dalam air dan menghasilkan oksigen serta gas klorin yang berbau menyengat.

Tujuan dicampur kaporit pada kolam renang adalah untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalam air dan untuk menjernihkan air kolam renang. Semakin banyak orang yang berenang di kolam tersebut, semakin banyak juga kuman yang tercampur di dalam kolam. Itulah sebabnya kolam renang perlu diberi kaporit.

Baca juga: Dampak Balapan Liar Bagi Remaja

Penggunaan kaporit juga tidak sembarangan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan batas aman karena penggunaan yang terlalu sedikit tidak akan cukup untuk membunuh bakteri yang ada pada kolam renang tersebut maka penggunaan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut bahaya penggunaan kaporit pada kolam renang :

1. Infeksi Kulit

Infeksi kulit dapat terjadi jika terpapar gas klorin dalam kadar tinggi bisa menimbulkan infeksi kulit. Selain itu,klorin yang bereaksi dengan materi organik seperti urin atau keringat bisa menjadi zat yang merusak kulit. Dampak yang satu ini biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.

2. Iritasi Mata

Iritasi mata mungkin saja hal itu disebabkan karena kaporit. Gas klorin yang dihasilkan dari kaporit akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorida bila terkena zat-zat organic seperti urin atau keringat para perenang.

3. Gangguan Sistem Pernapasan

Selain mata, organ tubuh lainnya yang juga akan terkena dampak dari paparan gas klorin adalah organ pernapasan. Gas klorin yang menyengat dapat menyebabkan beberapa penyakit pada paru-paru seperti bronchitis dan asma yang dipicu oleh olahraga atau exercise-induced bronchoconstriction (EIB).

4. Masalah sistem pencernaan

Saat tertelan, kaporit dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan. Gangguan paling umum yang diderita seseorang sesaat setelah menelan air kolam renang adalah rasa terbakar di tenggorokan. Jika jumlah kaporit yang tertelan cukup banyak, maka bisa terjadi kerusakan pada jaringan-jaringan di dalam tubuh, terutama sepanjang jalur pencernaan.

5. Kerusakan dan perubahan warna gigi

Reaksi kaporit dengan air kolam renang menghasilkan pH air kolam renang yang tinggi. Ketidaksetimbangan pH ini menyebabkan beberapa masalah pada gigi, seperti perubahan warna dan kerusakan gigi. Klorin merupakan salah satu senyawa yang dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Untuk mengindari beberapa bahaya yang di dapat dari penggunaan kaporit pada kolam renang ada beberapa cara untuk mengatasi bahaya tersebut diantaranya dengan menggunakan kacamata renang, sumbat hidung, serta harus berhati-hati dalam membuka mulut ketika berenang agar tidak menelan terlalu banyak air kolam renang.